Tertangkap, Pencuri Uang Nasabah Bank Metro Lampung Rp 720 Juta

METRO, PENAGARUDA.COM – Tim Satreskrim Polres Metro, Polda Lampung berhasil menangkap seorang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang melakukan aksinya di Bumi Sai Wawai.

Berdasarkan informasi,satu orang pelaku pencurian itu telah mencuri uang milik warga Metro hingga Rp 720 juta.

Identitas pelaku tersebut berinisial DK (41) warga Desa Sukadana, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sedangkan rekan pelaku berinisial MA (40) warga Tanjung Raja, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Oki, Sumatra Selatan, saat ini masik dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho mengatakan bahwa penangkapan pelaku DK dilakukan pada Jumat tanggal 08 Desember 2023 sekira pukul 00.10 WIB.

Penangkapan pelaku itu, dikatakan Kapolres, usai pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan.

“Tim Tekab 308 Presisi Polres Metro yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Metro setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kemudian pada hari Jumat tanggal 08 Desember 2023 sekira pukul 00.10 Wib berhasil melakukan penangkapan satu orang pelaku yang berinisial DK yang ditangkap di wilayah OKI Sumatera Selasa lalu,” kata dia, Senin (11/12/2023).

“Ditemukan juga barang bukti berupa satu helai kemeja lengan pendek warna biru muda, 1 satu helai celana dasar panjang warna hitam,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kerugian uang sebesar Rp 720 juta itu tak hanya berasal dari satu orang korban.

Merupakan kerugian dari dua korban yang ada di Metro.

“Korban yang pertama yaitu SS warga Lampung Timur, Senin tanggal 20 Desember 2023 sekira pukul 11.00 WIB, korban melakukan transaksi penarikan uang di Bank Lampung Kota Metro, sejumlah Rp 120 juta,” jelasnya.

Kapolres menuturkan, usai korban mengambil uang tunai di Bank Lampung Metro, korban mengaku menemui rekannya di UPTD Pengairan Way Sekampung Metro.

“Kemudian uang tersebut dimasukkan dan disimpan di bawah jok mobil kemudi. Setelah itu korban menemui rekan nya yang bernama Tono yang berada di Kantor UPTD Pengairan Way Sekampung Kota Metro,” bebernya.

“Sekira 3 menit kemudian korban diberitahu bahwa kaca mobil korban dipecahkan oleh seseorang, dan setelah dicek ternyata benar dan uang yang ada di dalam mobil sudah tidak ada,” imbuhnya.

Di sisi lain, korban kedua menimpa warga Metro berinisial AR.

“Korban yang kedua yaitu AR warga Metro, Senin tanggal 09 Desember 2023 sekira pukul 10.30 WIB, korban melakukan transaksi penarikan uang di Bank Mandiri Kota Metro, sejumlah Rp. 600 juta yang dimasukan kedalam kantong plastik warna hitam,” tukasnya.

“Setelah itu korban pulang ke rumah dengan mengendarai kendaraan roda empat dan uang tersebut diletakkan di kursi depan sebelah kiri,” tambahnya.

Setibanya korban di depan rumah, lanjut dia, korban turun dari kendaraannya untuk membuka pintu gerbang.

Nahasnya, tiba-tiba korban didatangi dua orang laki-laki yang menggunakan sepeda motor untuk mengambil uang korban di mobil.

“Setelah di depan rumah, korban turun dari mobil untuk membuka pintu gerbang, namun tiba-tiba dua orang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor berhenti dan salah satu laki-laki turun dari sepedamotor membuka pintu depan bagian kiri mengambil uang tersebut,” paparnya.

“Pelaku kemudian langsung melarikan diri sehingga korban mengejar dan meneriaki rampok-rampok,” pungkasnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Makopolres Metro.

Sementara, Tim Tekab 308 Sat Reksirm Polres Metro masih memburu pelaku MA yang kini masih DPO.

Diketahui, Akademisi Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung menilai aparat kepolisian harus lebih gencar melakukan patroli untuk menekan kriminalitas di Kota Metro, Lampung.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Edi Ribut mengatakan kepolisian harus menggiatkan patroli akan tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang akan melakukan aksinya di Kota Metro, Lampung.

“Kejahatan itu muncul karena ada beberapa sebab, bahwa masyarakat itu tidak waspada dengan kondisi-kondisi lingkungan sekitar, tidak hanya di Metro saja tapi di mana-mana,” ujarnya.

“Yang paling utama yang harus dilakukan khususnya oleh Polisi menggiatkan operasi dan patroli pada malam hari ataupun siang hari,” imbuhnya.

“Karena kalo seperti Jakarta itu biasanya diumpan, jadi pada daerah tertentu polisi nyamar sebagai masyarakat dan mengumpan sepeda motor, nah itu efektif untuk menjebak mereka,” kata dia.

“Kalo orang reserse di sini (Metro) mungkin sudah tahu bagaimana mempelajari karakter kejahatan, karena kejahatan itu berbagai macam strategi dan cara,” lanjutnya.

Selain patroli, bisa juga dilakukan pengembangan terhadap pelaku kejahatan yang pernah tertangkap.

“Patroli digiatkan, pengembangan- pengembangan juga, mungkin bisa ditanyakan kembali kepada pelaku yang sudah ditangkap terkait jaringan mereka sebagai sumber informasi mendeteksi pelaku lain,” ujar Edi.

“Banyak juga pelaku baru yang anak muda, cara-cara yang dilakukan itu ya pencegahan dengan cara patroli malam hari ya digiatkan, karena dengan kegiatan patroli ditingkatkan, maka pencuri yang akan beraksi itu melihat situasi juga,” terusnya.

Selain itu, menurutnya perlu juga adanya penggunaan CCTV di tempat parkir maupun keramaian.

“Ada cctv itu juga bisa dimanfaatkan sebagai mendeteksi awal, lahan-lahan parkir atau fasilitas umum yang ada di Metro itu memang harus dilengkapi dengan CCTV,” bebernya.

“Setidaknya ketika terjadi peristiwa, korban itu tidak tahu, setidaknya jejak digital itu ada,” tambahnya.

(*)

Terpopuler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *