Ini Kata Prof. Sudarman Terkait Pidato Zulhas, Ajak Masyarakat Tetap Guyub dan Damai

BANDAR LAMPUNG, PENAGARUDA.COM, – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman mengajak masyarakat terus merawat kebersamaan dan persatuan kesatuan. Diingatkan jelang Pemilu dan Pilpres 14 Februari 2024, meski tensi politik meninggi, namun masyarakat tidak boleh jadi korban provokasi akibat kepentingan berbeda peserta Pemilu dan Pilpres. Masyarakat harus menyambut Pemilu dan Pilpres dengan riang gembira, sesuai namanya Pesta Demokrasi.

Demikian Ditegaskan Prof. Sudarman ketika dimintai tanggapannya terkait beredarnya potongan vidio Menteri Perdagangan yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) yang viral di media sosial.

Menurut Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) ini, merujuk penjelasan juru bicara Zulhas bahwa kelakar atau candaan Zulhas yang viral di media sosial itu tidak bermaksud menistakan agama.

Menurutnya, video yang beredar terkait praktik shalat oleh Zulhas yang dikaitkan dengan pilpres perlu diberi pemaknaan lengkap. Jika video tersebut diikuti secara keseluruhan, dapat dipahami bahwa Zulhas justru ingin mengajak semua pihak untuk menjaga agar pilpres tetap teduh, tertib, aman, dan damai. Tidak ada sedikit pun maksud untuk melecehkan agama.

“Saya sudah melihat videonya. Saya berkeyakinan dan kenal Pak Zulhas, beliau lulusan PGA tidak mungkin menistakan agama. Kita semua tahu di banyak tempat Pak Zulhas selalu mengingatkan agar umat beragama rukun dalam segala situasi. Pak Zulhas kerap menyebut bahwa kontestasi politik hanyalah sesaat. Yang penting terus diperjuangkan adalah kepentingan umat dan masyarakat,” urainya, Kamis (21/12).

Lebih lanjut dikatakan, sebenarnya Zulhas justru ingin menyampaikan suasana menjelang Pilpres atau tahun politik. Zulhas justru berpesan jangan sampai karena berbeda pilihan membuat perpecahan antara masyarakat, bahkan dalam sholat pada tasyahud akhir tidak pakai satu jari dan tidak mengucapkan Aamiin.

“Maksud Pak Zulhas dari video itu yang saya tangkap bahwa jangan sampai ada agenda pilpres lima tahunan ini membuat masyarakat terbelah, bahkan dalam hal hal amaliyah seperti gerakan sholat dan ucapan Aamiin, jadi sumber perpecahan,” jelasnya.

Karena itu, Prof. Sudarman berharap kepada masyarakat, khususnya masyarakat Lampung, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. “Jangan sampai karena perbedaan pilihan buat umat ini jadi pecah belah. Itu salah satu contoh jangan gara-gara beda pilihan tidak mengucapkan Aamiin, misalnya. Tentu akan lebih indah meski beda pilihan politik, kita tetap guyup, rukun dan damai,” pungkasnya.

Terpisah, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr. Saleh Partaonan Daulay menambahkan video yang beredar terkait praktik shalat oleh Zulkifli Hasan yang dikaitkan dengan pilpres perlu diberi pemaknaan lengkap.

“Mungkin maksudnya Bang Zulhas itu kan memberi contoh agar mudah dipahami masyarakat. Nah, yang gampang diingat mungkin ya pada akhir bacaan surat Al-Fatihah. Termasuk gerakan jari pada saat tahayat. Dalam konteks ini, Bang Zulhas mengingatkan bahwa tarikan politik begitu luar biasa. Dia khawatir, umat terpecah,” urainya.

Saleh menambahkan dia mengenal betul bahwa Zulhas kagum dengan ustad Ust Abdul Somad dan Adi Hidayat. “ Nah video yang sama juga muncul dari Ust Abdul Somad dan Adi Hidayat, mungkin Zulhas terinspirasi dari situ karna pernyataannya kurang lebih sama. Dan saya yakin semuanya maksudnya baik, mengingatkan kita. Buktinya dua vidio dari Ust Abdul Somad dan Adi Hidayat, tidak ada yang menyebut bahwa itu penistaan. Malah, itu disebar luas,” tegas Saleh.

Dalam konteks ini tambahnya, semua pihak sebaiknya tetap berbaik sangka. Sebab, Zulhas tidak punya rekam jejak yang buruk terhadap Islam. Malah sebaliknya, ada banyak agenda umat yang Zulhas terlibat aktif hingga saat ini. “Perlu juga diingatkan agar orang-orang yang mencoba mempolitisasi masalah ini untuk segera menghentikannya. Tidak baik dalam konteks membangun kebersamaan dan persatuan. Bukankah semua pihak ingin Indonesia menjadi negara besar, maju, dan sejahtera,” tandasnya. (*).

Dilansir dari : koraneditor.id

Terpopuler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *