Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah Polda Lampung,Ciduk Penipuan Pria Paruh baya Ngaku Bisa Loloskan Masuk PNS

LAMPUNG TENGAH, PENAGARUDA.COM – Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah, Polda Lampung menciduk pelaku penipuan yang ngakunya bisa membantu meloloskan masuk PNS (Pegawai Negeri Sipil).

“Pria paruh baya itu sempat membawa kabur uang ratusan juta,” beber Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, Polda Lampung AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia mewakili Kapolres AKBP Andik Purnomo Sigit, Selasa (9/1/2024).

Pelaku berinisial SG (61) warga Kelurahan Taman Cari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.

Ia diduga menipu warga Tanjung Harapan, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah dengan menjanjikan sebuah jabatan di pemerintahan.

Namun, pria paruh baya tersebut malah kabur dengan membawa uang ratusan juta milik korban.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (12/6/2018) silam dan pelaku sempat kabur selama 3 tahun.

“Total uang yang dibawa lari pelaku sebanyak Rp 132,9 juta,” kata kasat.

Yudhi menjelaskan, kronologi peristiwa bermula saat SG mendatangi korban bernama Lamidi (55) pada 2018 silam.

Lalu, si pelaku langsung menawarkan jasa joki, supaya anak korban bisa dapat pekerjaan PNS di Pemerintah Daerah (Pemda).

“Pelaku mematok harga Rp 80 juta supaya anak korban bisa jadi PNS di Pemda Metro-Lampung,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, korban yang tertarik dan merasa sanggup membayar pun menyetujui dan menganggap serius tawaran pelaku.

Pada saat itu juga, korban menyerahkan uang tunai sebesar Rp 40 juta kepada SG sebagai tanda kesepakatan dan mengatakan bahwa kekurangannya akan dibayarkan seminggu kemudian.

“Tetapi setelah genap Rp 80 juta diberikan oleh korban, SG masih saja meminta uang dengan alasan urusan pemberkasan CPNS,” imbuhnya.

Karena korban terlalu percaya, dia pun menurut dan mengirim uang tambahan hingga Rp 52,9 juta.

Sehingga total uang yang diberikan korban kebada pelaku sebesar Rp 132,9 juta.

Namun nyatanya, uang ratusan juta yang sudah korban berikan tak membuat anaknya menjadi PNS.

“Sejak saat itupun pelaku kabur dan tak dapat ditemui,” katanya.

Kasat mengatakan, setelah korban lapor ke polisi, SG sudah ditetapkan tersangka sejak Rabu, 01 November 2023 lalu.

Yudhi menyebut, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat panggilan Kepolisian kepada tersangka.

Pertama pada 20 November 2023, dan panggilan kedua diberikan 5 hari setelahnya, 25 November 2023.

“Karena kedua panggilan polisi diabaikan, Polisi memburu dan menangkap pelaku pada hari Jum’at, 05 Januari 2024 sekira pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Kini, sang kakek joki PNS tersebut telah diamankan di Mapolres Lampung Tengah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku dijerat kasus penipuan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana Atau Pasal 372 KUHPidana, dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun,” tandas dia.

(*)

Terpopuler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *