644 Nakes di Pesawaran Lampung Telah Diimunisasi Hepatitis B

PESAWARAN, PENAGARUDA.COM – Sebanyak 644 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pesawaran, Lampung telah diimunisasi hepatitis B.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Diskes Pesawaran, Chris Manurung menyebut jumlah tersebut baru sebagian dari 849 nakes yang ada di Bumi Andan Jejama.

Chris mengatakan, imunisasi hepatitis B tersebut bakal segera diberikan kepada seluruh nakes yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Harapannya, imunisasi dapat dilakukan dengan cara bertahap dan memastikan semua nakes mendapatkannya seratus persen.

Dia menjelaskan, tenaga kesehatan yang dilakukan imunisasi hepatitis B meliputi perawat, dokter, bidan dan analis labolatorium.

“Untuk imunisasi tahap dua, akan dilakukan secara kontinyu terhadap nakes yang belum,” ucapnya.

Sehingga ungkap Chris, imunisasi ini masih belum selesai,dan pihaknya pun mendapatkan laporan secara update dari puskesmas.

Dia menjelaskan, pemberian imunisasi hepatitis B kepada nakes tersebut tidak serta merta langsung secara lengkap.

Nakes yang diimunisasi terlebih dahulu dilakukan tes cepat berupa screening.

“Tes cepatnya adalah mengecek HBsAg dan anti HBS,” ucapnya.“Jadi, imunisasi boleh diberikan bila HBsAg dan Anti HBSnya negatif dan non reaktif,” imbuh Chris.

Dia menyebut, sejauh ini masih belum ditemukan kendala di lapangan dalam melakukan imunisasi hepatitis B pada nakes.

Alasan dilakukannya imunisasi Hepatits B kepada ratusan nakes yang ada di Pesawaran karena memiliki resiko tertular hepatitis.

“Tak hanya itu, ini merupakan komitmen dari kementrian kesehatan karena mereka garda terdepan dalam pelayanan kesehatan yang beresiko tertular hepatitis B dan bisa saja menularkan,” timpalnya.

Sehingga, mudah-mudahan nakes di Pesawaran memiliki kekebalan terhadap hepatitis B.

Dia menambahkan, nakes beresiko tertular hepatitis B biasanya saat melakukan pelayanan.

“Misal terkena cairan penderita atau bisa saja terkena jarum suntik yang memang telah terinfeksi hepatitis B, sebab, bisa saja kesalahan-kesalahan itu terjadi dan berpotensi menularkan virus yang berbahaya itu,” pungkasnya.

(*)

Terpopuler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *